Berteman dengan Emosi

Terkadang memulai suatu proyek desain bisa menjadi sangat berat. Ada saat di mana kita dengan segera dapat menemukan ide dan konsep yang dapat kita jadikan pegangan untuk melanjutkan ke mana arah desain kita. Walau hanya berupa satu petunjuk kecil akan sangat membantu kita untuk mengarahkan desain yang kita buat.

Dan hidup tentunya adalah sebuah roda yang berputar. Muncul titik di mana kita hanya sanggup memandang kertas atau notebook kita selama berjam-jam dan masih tidak mendapatkan ide apapun yang dapat menuntun kita ke suatu arah.

Ya, kita semua tahu perasaan itu. Pertanyaannya adalah apakah kita tahu cara untuk mengatasinya?

1. Memanfaatkan Emosi Menjadi Kerangka Desain

Untuk memanfaatkan emosi dalam mendesain, kamu perlu untuk mengetahui inti dari proyek yang sedang kamu kerjakan. Coba untuk memahami perasaan, kesan yang ingin dibawa klienmu. Pahami juga bagaimana kamu memandang proyek tersebut dan terjemahkan menjadi elemen-elemen desainmu.

Sebagai contoh, seorang florist datang dan berkonsultasi untuk mendesain websitenya. Kesan yang akan kamu tangkap mungkin adalah lembut, feminin, bahagia dan berkelas. Kesan tersebut dapat disampaikan dengan menggunakan warna-warna pastel, penggunaan elemen dan bentuk yang membulat, atau dengan menggunakan jenis huruf yang elegan seperti tulisan tangan.

Dengan memahami emosi dari proyekmu kamu berkesempatan untuk terhubung lebih dalam dengan proyekmu melalui desain, yang nantinya dapat menjembatani klienmu dan target audience mereka.

2. Mengendalikan Emosi untuk Membantumu Berada Tetap Pada Jalur

Emosi juga dapat kamu manfaatkan sebagai motivator pribadi untuk membantumu tetap bersemangat pada proyek yang sedang kamu kerjakan. Sering kali desainer terkenal dengan ritme bekerja yang sesuai dengan perasaan hatinya saat itu. Beberapa desainer mungkin tidak mengalami masalah dengan mood mereka, namun sebagian besar desainer sering bercerita mengenai masalah yang sama.

Yup, emosi bagaikan sebuah pedang bermata dua yang sanggup menaikkan atau justru menjatuhkan mood-mu dalam sekejap. Hal inilah yang menjadi alasan penting mengapa kita perlu untuk mengendalikan emosi kita untuk membantu kita tetap berada pada kondisi prima untuk berkreasi.

Latihlah pikiranmu untuk tetap berpikir positif dan percaya bahwa ide yang kamu telurkan sangat berharga dan layak untuk dikembangkan atau dieksekusi. Apabila ternyata ide itu bukan yang terbaik, tetaplah percaya pada dirimu bahwa kamu akan memecahkan masalahmu dan akan berhasil dengan sangat baik.

3. Menerjemahkan Emosi ke Kanvas-mu

Emosi adalah sesuatu yang tidak berwujud dan tidak memiliki rupa, sehingga sangat wajar bagi kita jika kesulitan untuk menerjemahkannya. Namun kita dapat berlatih untuk memegang emosi, salah satunya dengan rajin melihat referensi. Saat kita melihat karya milik desainer lain, cobalah untuk meneliti tiap elemen yang membangun keseluruhan desain. Perhatikan bagaimana si desainer menyatukan per elemen, elemen apa yang membuat desain terasa unik dan berhasil. Mungkin kamu akan menemukan elemen kunci yang menyatukan keseluruhan desain atau sebaliknya kamu akan menemukan elemen yang mengganggu kesempurnaan desain tersebut. Dengan belajar menyikapi desain kita akan memiliki penghargaan lebih kepada detil ketika kita mendesain sesuatu.

Perlu kita ingat bahwa ketika kita berusaha menerjemahkan emosi ke dalam lembar kerja kita bukan hanya emosi kita yang penting, emosi dari target audience kita juga tidak kalah penting. Pahami apa yang mereka suka dan inginkan, atau bagaimana kemungkinan reaksi mereka ketika melihat desain kita.

Emosi bisa menjadi sangat merugikan apabila kita tidak bisa mengontrolnya. Latihan yang tepat disertai dengan kesabaran dan ketekunan akan memantapkan kita dalam mengontrol emosi. Kontrol emosi yang baik dapat menghubungkan kita dengan orang lain yaitu klien dan target audience kita kepada level yang lebih dalam lagi melalui karya yang kita ciptakan.

Nah, selamat bermain dengan editor Pekku yah. Jangan lupa latih emosi kamu dan jadikan ia teman baikmu.

 

Oleh: Amelia Linardi.

Mengenai penulis

Tim Pekku

Kami adalah sekumpulan orang muda kreatif yang suka berbagi tips-tips seputar bisnis & web design.

Satu Komentar

Tulis komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copyright © 2014. PEKKU Instant Website.