Kategori -Social Media

1
Ide Promosi untuk Tahun 2015
2
Jebakan Penipuan di Media Sosial – bagian 1
3
Kesalahan Pemilik Website UKM
4
Email Marketing vs Social Media Marketing
5
Contekan Media Sosial – bagian 2
6
Contekan Media Sosial
7
Media sosial: Pengguna Dewasa vs Remaja
8
Websitemu Mengalami “Traffic Jam”?
9
“Merenovasi” Akun Media Sosial

Ide Promosi untuk Tahun 2015

Sudahkan kamu berselfie hari ini? Kalaupun belum, tentu kamu pernah berselfie walau tidak sering kan? Kalau ternyata kamu belum pernah selfie, mulailah sekarang! Sebab berselfie adalah ajang promosi. +/- 1 juta foto selfie diabadikan SETIAP HARInya oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Angka yang luar biasa besar ini dapat kamu jadikan ide strategi promosi bisnismu di tahun depan. Untuk referensi dan bahan pertimbangan, berikut adalah fakta seputar selfie yang perlu kamu tahu.

Lihat Lebih Lanjut

Jebakan Penipuan di Media Sosial – bagian 1

Media sosial adalah sarana kita untuk berbagi. Beragam fitur juga tersedia supaya kita lebih nyaman dan mudah menggunakan media sosial. Sayangnya, popularitas media sosial diikuti pula dengan maraknya bentuk penipuan berupa jebakan cyber yang memanfaatkan ketertarikan masyarakat. Bentuk jebakannya beragam, seperti menyebarkan virus ke PC dan smartphone atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu. Berikut akan kami bagikan daftar penipuan cyber di media sosial Facebook yang wajib kamu hindari.

Lihat Lebih Lanjut

Kesalahan Pemilik Website UKM

Punya website adalah langkah awal untuk memperkenalkan bisnis UKM yang kamu rintis. Dengan hadirnya Pekku, punya website sendiri menjadi lebih mudah karena sekarang membuat website dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 MENIT, tanpa coding, dan harganya bersahabat. Saat ini, 30% pelaku bisnis UKM di Indonesia memilih mandiri dengan membuat website mereka sendiri tanpa campur tangan pihak professional sama sekali. 70% lainnya juga membuat website sendiri tapi masih berkonsultasi dengan pihak profesional seperti Pekku. Membuat website secara mandiri tanpa sentuhan kaum profesional memang tidak dilarang ataupun keliru, hanya saja tidak semua pelaku UKM tahu betul bagaimana cara pembuatan yang tepat. “Pembuatan” disini bukanlah ketidaktahuan pelaku usaha akan program yang dipakai untuk membuat website, tapi ketidaktahuan akan adanya komponen penting dari sebuah website yang sifatnya WAJIB ada. Ketidaktahuan tersebut menyebabkan terjadinya 6 kesalahan FATAL yang menjadikan websitemu tidak berhasil.

 

1. Desain yang tidak menarik.

Fri-1-2

Padu padan warna yang tidak serasi atau template yang tidak sesuai dengan jenis usahamu hanya akan membuat orang malas mengunjungi websitemu. Sebab website yang tidak menarik secara visual berpotensi meningkatkan bounce rate.

2. Sering absen mengupdate.

Kuliah saja diusahakan jangan sering absen, apalagi punya website. Hanya sekedar punya tanpa mengupdate membuat orang kesal karena mendapati info yang sudah kadaluarsa. Rencanakan mengupdate website secara berkala setidaknya 1 minggu sekali.

 

3. Tidak ada Call to Action.

Website e-commerce sangat membutuhkan CTA alias Call to Action karena terdapat proses transaksi dan pembayaran yang harus dilakukan customer. Website jenis ini juga cepat diupdate karena produk baru selalu datang. Jika tidak ada CTA yang eye-catching dan mudah diakses, customermu tentu akan kebingungan kan?

4. Tidak ada link media sosial.

Fri-1-1

Usahawan jaman sekarang tidak hanya punya website, tapi juga punya akun media sosial. Tidak menghubungkan website dengan media sosial akan membuat seolah-olah keduanya adalah 2 usaha yang tidak saling terkait. Sediakan tombol media sosial supaya audiencemu tahu kalau kamu juga aktif berkicau atau berbagi selain melalui website.

 

5. Website tidak responsif.

Jumlah pengguna smartphone dan tablet makin tahun makin bertambah sehingga mengakses website menjadi semakin mudah. Namun, ukuran layar yang tidak sebesar PC akan menjadi blunder bagi websitemu jika tidak responsif alias tidak memiliki tampilan yang ramping dan tetap rapi jika diakses melalui smartphone dan tablet.

6. SEO yang buruk dan tanpa metric.

Websitemu harus memiliki kata kunci, meta description, dan judul halaman yang tepat supaya muncul di hasil pencarian. Lalu gunakan metrics untuk mengetahui perkembangan serta kecenderungan dan kebutuhan audiencemu.

 

Setelah dapat tips dari Pekku, silahkan mengecek website masing-masing, apakah masih terdapat kesalahan pembuatan seperti disebut di atas tadi. Setelah mengecek ulang, segera perbaiki websitemu supaya bisa kembali eksis dengan harapan perbaikan tersebut mendatangkan conversion rate.

Selamat mencoba dan salam sukses selalu!

Email Marketing vs Social Media Marketing

Tidak sedikit usahawan dibuat bingung memilih strategi marketing antara email marketing dan social media marketing. Keduanya tampak memiliki fungsi yang sama dan bukan sesuatu yang aneh jika kamupun merasa “toh keduanya sama-sama untuk promosi dan menjual produk”. Benar, inti kedua metode marketing itu memang sebagai alat bantu yang mengenalkan publik pada brandmu. Namun, sesungguhnya keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pekku akan bantu jabarkan PERSAMAAN dan PERBEDAAN email marketing dan social media marketing di bawah ini.

 

PERSAMAAN:

  1. Mudah penggunaan dan pengelolaannya. Banyak alat bantu yang semakin memudahkanmu mengelola dan menjadwalkan email marketing dan social media amrketing. Banyaknya juga tips-tips pengelolaan bertebaran di dunia maya seperti yang sering Pekku bagikan di blog.
  2. Mudah berintegrasi dengan customer hanya dengan menulis konten dan menekan tombol “kirim/send” atau “post”.
  3. Murah meriah. Kamu cukup punya akun, yang biasanya gratis, dan kamu sudah bisa mulai membangun interaksi dengan customermu.
  4. Setiap campagne yang kamu rencanakan dapat dianalisa dengan mudah. ROI pun dapat diukur secara berkala.

 

 PERBEDAAN:

Email marketing lebih cocok untuk meningkatkan potensi returning customer (customer yang menggunakan produk atau jasamu untuk kedua kalinya). Sifat pribadi metode marketing ini juga memungkinkanmu untuk berinteraksi secara lebih personal dengan customer.

Sedangkan social media marketing bertujuan membangun brand awareness, cocok untuk kamu yang baru memulai usaha dan ingin mengenalkan bisnismu ke ranah publik. Sifat media sosial yang interaktif juga mendukung brand awarenessmu karena memungkinkan komunikasi langsung dalam berbagai bentuk interaksi online dengan customer.
Thu-3-1

Manakah yang lebih cocok dengan usahamu saat ini?

Salam sukses!

Contekan Media Sosial – bagian 2

Hari ini Pekku akan membagikan “contekan yang positif” supaya kamu makin jago memanfaatkan media sosial. Setelah jumlah artikel per hari/minggu, sekarang contekan tata krama bermedia sosial.

 

Facebook

Jadilah aktif dengan selalu menanggapi komentar atau pertanyaan baik positif ataupun negatif. Bermainlah dengan hashtag dengan kisaran 1-5 buah per artikel. Selalu berpegang pada rasio 80:20 dimana 80% artikelmu berisi info berguna atau menghibur dan 20%nya adalah artikel yang bersifat menjual produk atau mempromosikan diri.

Lihat Lebih Lanjut

Contekan Media Sosial

Akun media sosial apa saja yang kamu punya?

Berapa kali kamu mengupdatenya dalam seminggu?

Sekedar punya dan sekedar mengupdate ternyata bisa jadi senjata makan tuan karena masing-masing media sosial memiliki frekuensi yang berbeda dalam jumlah update per hari atau per minggu. Coba cek apakah frekuensi update sosial mediamu sudah tepat seperti pada contekan tips media sosial berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

Media sosial: Pengguna Dewasa vs Remaja

Media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari bagi remaja maupun orang dewasa. Keduanya menggunakan media sosial untuk bersosialisasi, namun remaja tidak memanfaatkannya untuk bisnis. Fakta ini menjadikannya menarik untuk dibahas mengenai perilaku media sosial orang dewasa dan remaja seperti Pekku jabarkan di bawah ini.

 

  1. 72% orang dewasa dan 81% remaja menggunakan media sosial. Angka pengguna remaja yang begitu tinggi terbilang wajar karena mereka tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi. Di lain pihak, orang dewasa menggunakan media sosial untuk memarketingkan bisnis secara online.
  2. Dalam hal kecepatan, orang dewasa mulai menyusul kecepatan remaja dalam menjadi social media savvy. Hal ini terlihat dari jumlah penggunanya yang hanya selisih 9%.
  3. Media sosial favorit remaja adalah Facebook dan Twitter. Sedangkan orang dewasa lebih memilih Pinterest, Instagram, dan Tumblr.
  4. Facebook memiliki pengguna dewasa dan remaja terbanyak. Remaja paling sedikit berselancar di Pinterest sedangkan orang dewasa paling tidak banyak bermain di Tumblr.
  5. Dari segi usia, golongan termuda adalah usia 13 tahun dan tertua diatas 65 tahun. Namun rentang usia dengan pengguna terbanyak datang dari kisaran umur 18-29 tahun.

 

Dengan info sederhana barusan, kamu bisa menyesuaikan bisnis dengan pilihan media sosial yang tepat. Contohnya Pekku, karena kami ingin membantu usahawan muda untuk berbisnis maka kami hadir di Facebook dan Twitter untuk mewujudkan mimpimu memiliki website sendiri. Silahkan mengunjungi media sosial Pekku atau website resmi kami di www.pekku.com dan bertumbuh menjadi usahawan muda Indonesia yang sukses!

Salam sukses!

Websitemu Mengalami “Traffic Jam”?

Kamu punya website kan? Bagaimana kondisi dan perkembangan trafficnya? Apakah traffic websitemu terbukti mendatangkan customer bagi usahamu? Jika tidak, apa yang salah sehingga websitemu hanya diam ditempat dan tidak menghasilkan? Yuk checklist websitemu dengan poin-poin sederhana di bawah ini, mungkin saja ada yang terlewatkan.

Cek 1: Ada tombol media sosial.
Apakah websitemu terhubung dengan media sosialmu? Sifat media sosial yang lebih interaktif berpotensi mengundang traffic bagi websitemu. Menghubungkan keduanya akan meningkatkan traffic dan kemudian mendatangkan customer bagi usahamu.

Cek 2: Blog selalu terupdate.
Beberapa jenis usaha yang memiliki website juga memiliki blog. Jika usahamu juga memiliki blog, coba cek kapan terakhir kali kamu mengupdatenya. Kalau sudah lebih dari 2 bulan berlalu apalagi setahun, luangkan waktu sejenak untuk mengupdate blog agar pengunjung website semakin diyakinkan bahwa usahamu masih berjalan.

Cek 3: Mengirim newsletter secara berkala.
Pengunjung yang menyatakan diri bersedia berlangganan newsletter darimu adalah calon customer potensial bagi usahamu. Update mereka dengan selalu mengirimi newsletter yang memuat info atau produk terbaru. Melalui newsletter, para pelanggan berpotensi untuk kembali mengunjungi websitemu untuk melakukan transaksi yang tentu menyumbangkan peningkatan traffic.

Semoga checklist singkat dari Pekku bisa berguna ya. Dan bagi kamu yang sudah memiliki website gratis dari Pekku, kami memiliki penawaran dimana kamu bisa memiliki website menggunakan nama domainmu sendiri. Fitur ini tersedia pada Paket Premium Pekku, harganya TETAP terjangkau namun dengan fasilitas yang LEBIH dari Paket Starter. Sukses berbisnis online menjadi mudah bersama Pekku!

“Merenovasi” Akun Media Sosial

Kamu tentu punya akun media sosial seperti Facebook atau Twitter untuk memarketingkan usaha. Namun, kapan terakhir kali kamu “merenovasi” akun media sosialmu supaya lebih up-to-date dengan info dan perkembangan usahamu? Karena meninjau ulang dan kemudian “merenovasi” isi dari media sosialmu bisa menjadi metode branding sederhana yang jitu dengan 9 langkah mudah berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2014. PEKKU Instant Website.