Kategori -Web Design

Blog Resmi Pekku membahas segala hal yang berkaitan dengan web design. Dapatkan tips-tips mengenai web design disini.

1
Kesan dan Pesan dari Customer Untukmu
2
Warna yang Membingungkanku
3
Kehebatan Desain Minimalis
4
Website yang Bisa Bicara
5
Menulis itu Sulit?
6
Website yang Menendang Pengunjung dari Homepage
7
Pilihan yang Memusingkan
8
3 Alasan Pembuatan Websitemu Tidak Pernah Selesai
9
3 Website Tutorial Desain Grafis dalam Bahasa Indonesia
10
7 Cara Membuat Desain Website yang Efektif

Kesan dan Pesan dari Customer Untukmu

Kamu yang suka travelling tentu familiar dengan situs agoda dimana tersaji lengkap berbagai info hotel dan wisata dari seluruh penjuru dunia beserta reviewnya. Melalui review itulah traveller bisa mengetahui bagaimana pendapat traveller lain yang sudah lebih dulu berkunjung atau menginap. Review bukan hanya milik situs besar kenamaan seperti agoda, review juga dibutuhkan oleh pelaku UKM untuk berkembang. Masalahnya, meminta customer untuk menulis review tidaklah mudah, ada yang enggan dan ada yang memberi dengan ogah-ogahan. Lalu bagaimana baiknya? Coba lakukan 4 taktik berikut supaya customermu mau memberikan review.

 

Lihat Lebih Lanjut

Warna yang Membingungkanku

Pekku seringkali menemui klien yang bingung menyebutkan warna yang dia inginkan untuk websitenya. Tidak mengherankan karena sesungguhnya ada banyak sekali warna dan variannya yang bahkan kita seringkali tidak tahu bahwa warna itu ada. Jikalau tahu, belum tentu juga kita tahu apa nama warna itu. Hal ini cukup merepotkan terutama bagi designer saat berkomunikasi dengan klien. Berangkat dari permasalahan nama warna inilah, Pekku jadi ingin berbagi pengetahuan tentang warna.

 

Adalah Ingrid Sundberg, seorang ilustrator bacaan anak-anak, yang menciptakan thesaurus khusus warna untuk membantu kita mengenali warna. Karena selama ini belum pernah ada petunjuk khusus tentang nama warna inilah yang mendorong Sundberg untuk menciptakannya. Namun, Sundberg juga menyampaikan bahwa “warna sangatlah subjektif, warna safir bagiku adalah warna biru muda seperti warna batu di cincin pertunanganku, tapi ada orang yang beranggapan safir adalah warna biru tua yang gelap.” Jadi, gunakan thesaurus warna ini sebagai panduan saja ya, karena walau punya pandangan yang berbeda, warna apapun tetaplah indah dan lebih baik dari hanya warna hitam dan putih. Setuju kan?

 

Lihat Lebih Lanjut

Kehebatan Desain Minimalis

Kamu punya website. Kontennya jelas dan menarik. Kamu berbagi di media sosial. Kamu bahkan juga berpromosi secara offline. Herannya, angka penjualan hanya segitu-segitu saja. Apa yang salah? Pekku akan bantu sedikit.

 

Coba amati kembali DESAIN websitemu. Berapa usia websitemu dan kapan terakhir kali kamu mengupdate desainnya? Apakah desainnya masih cocok dengan trend desain saat ini? Jika jawabannya tidak, maka sekaranglah waktunya kamu mengganti desain websitemu karena novel dengan plot paling menarik sekalipun tidak akan dibaca jika tulisannya tidak tercetak dengan baik atau desain covernya tidak representatif. Pekku menyarankan kamu mengupdate desainmu dengan trend desain yang sedang in saat ini.

 

Trend desain seperti apakah itu? MINIMALIS.

Lihat Lebih Lanjut

Website yang Bisa Bicara

Dalam dunia bisnis saat ini, banyak yang membayar jasa profesional untuk mendesain website yang elegan dan menonjolkan image usaha. Namun ada juga yang lebih suka menggunakan template karena mudah diupdate dan dikreasikan tanpa perlu menjadi ahli desain. Hanya saja, ada sebuah kesalahan fatal dimana orang sibuk mendesain TANPA menyematkan Call to Action (CTA) pada websitenya. Hasilnya? Website cantk tersebut tidak punya kemampuan untuk “berbicara” dengan audience, tidak bisa memanggil audience untuk mengambil tindakan sehingga website tak jauh beda dengan brosur yang dibagikan dari pintu ke pintu. Pertanyaannya, bagaimana mendesain website yang BISA berbicara? Pekku punya jawabannya.

Lihat Lebih Lanjut

Menulis itu Sulit?

Bisa jadi, terutama jika kamu menulis untuk keperluan internet marketing seperti website. Kamu yang punya website dan mungkin sedang bertanya-tanya mengapa bounce ratemu tinggi walau desainmu sudah sangat menarik, coba baca ulang apa yang kamu TULIS di websitemu, cermati kembali, dan temukan solusi dari kesulitanmu dalam menulis.

 

Website adalah ladang kreativitas, namun menulislah sesuai dengan target marketmu. Menggunakan istilah Suroboyoan pada konsumen di Padang tentu akan membuat bingung kan? Selain itu, bekerjasamalah dengan Public Relation yang pada akhirnya akan menggunakan website yang kamu tulis sebagai media marketing. Ketahui rencana pemasaran mereka untuk menulis konten yang tepat baik jadwal penayangan maupun informasinya. Jika kamu menemui jalan buntu dalam menulis, keluarlah! Bukan resign dari kantor XD Tapi segarkan pikiranmu sejenak dengan mengubah suasana. Pertemuan dengan orang atau situasi yang baru mendatangkan inspirasi bagimu untuk menulis kreatif. Karena kreativitas manusia terbatas dan bisa mengalami kebuntuan, ada baiknya kamu menyiapkan materi setidaknya 1 minggu sebelum ditayangkan sehingga kesempatan merevisi masih terbuka lebar.

 

Ternyata menulis untuk website dan media sosial tidak semudah membalik telapak tangan kan? Namun bukan berarti sangat susah sekali hingga kamu tidak bisa punya website karena tidak bisa menulis. Karena itulah Pekku hadir sebagai solusi terpercaya untuk membantumu punya website sendiri. Bisa punya domain sendiri, pilih template desain yang kamu suka, dan tanpa coding. Ingin punya website? Kunjungi www.pekku.com dan kreasikan websitemu sesuka hati!

Website yang Menendang Pengunjung dari Homepage

Disini Pekku bukan membahas website sepak bola, “menendang” disini maksudnya adalah “bounce” yang artinya kemungkinan seseorang akan meninggalkan websitemu segera setelah membuka halaman pertama. Contohnya jika kamu googling sesuatu, menemukan beberapa hasil pencarian, mengklik salah satunya, lalu menutup halaman yang baru terbuka itu karena kamu tidak menemukan apa yang kamu cari. Jadi, homepage dari website itu saja sudah menurunkan minatmu untuk menjelajah lebih jauh, seakan-akan dirimu tertendang dari homepage. Jika kamu belum pernah mengalaminya, biasanya beberapa alasan berikutlah penyebabnya.

1. Desain websitemu tidak menarik. Entah karena terlalu kuno dan tidak kamu update, atau karena memang kamu salah memilih designer XD
2. Kata kunci yang tidak tepat. Ketahui 6 kata kunci utama yang cocok dengan bisnismu dan gunakan itu untuk menarik pengunjung yang datang dengan kebutuhan yang tepat.
3. Kurangnya Call to Action. Tampilkan apa yang kamu inginkan dari pengujung websitemu, jika kamu ingin mereka berlangganan Newsletter maka sampaikanlah. Misalnya: “Berlangganan sekarang dan dapatkan penawaran menarik dari kami!”
Website adalah media potensial yang dapat mengubah pengunjung menjadi pembeli dengan menggunakan strategi yang tepat setelah memperbaiki 3 poin di atas. Turunkan bounce ratemu, tingkatkan penjualanmu!

 

Nah sekarang setelah kamu siap untuk membuat websitemu sendiri, yuk datang ke Pekku. Cukup dengan Rp 29.900, kamu bisa punya website sendiri. Desainnya menarik, konten yang apik, dan tanpa coding yang bikin pusing. Bersama Pekku, punya website menjadi mudah dan hemat! Kunjungi kami di www.pekku.com untuk informasi lengkapnya.

Pilihan yang Memusingkan

Kamu punya usaha dagang online seperti baju atau sepatu? Berapa banyak item yang kamu jual di online shopmu? Jika jumlah itemmu lebih dari 50 dan kamu percaya bahwa semakin banyak pilihan semakin baik, sudah saatnya kamu mengubah strategi. Konsumen saat ini tidak lagi menyukai puluhan hingga ratusan item untuk dipilih karena perkembangan global menjadikan konsumen lebih sibuk, mereka tidak ingin berlama-lama memilih dari sekian banyak pilihan. Daripada pelangganmu kabur karena lelah memilih, ayo perbaiki tampilan online shopmu menjadi lebih ringkas dan padat.

 

Lakukan perbaikan “buku menu” online shopmu seperti berikut ini:

Lihat Lebih Lanjut

3 Alasan Pembuatan Websitemu Tidak Pernah Selesai

Bagi kamu yang punya website dan merasa lega begitu website tersebut selesai dibuat, berpikirlah ulang! Websitemu itu ternyata BELUM dan TIDAK AKAN PERNAH selesai. Bagaimana bisa? Bisa!

 

1. Tren desain website selalu berganti.
Pemilihan warna dan penggunaan font antara website yang dibuat tahun ini dan 5 tahun lalu tentu berbeda. Saat website terdahulu populer menggunakan flash, website saat ini sudah meninggalkan flash dan beralih pada fitur responsive dimana website memiliki tampilan yang ramping namun tetap rapi dalam versi mobilenya.
2. Keinginan konsumen selalu berubah.
Saat internet Indonesia masih secepat siput beberapa tahun lalu, konsumen tentu ingin membuka website yang “ringan”. Namun, konsumen hari ini lebih memilih website yang mampu menyajikan image beresolusi tinggi ataupun tampilan konten yang variatif karena kecepatan internet saat ini lebih baik.
3. Peraturan SEO (Search Engine Optimization).
Dulu orang membuat website hanya untuk sekedar memiliki karena brosur dan baliho masih merajai strategi marketing. Kini website makin populer untuk merajai pasar menggunakan strategi SEO. Agar tetap eksis di dunia maya, kamu bisa:
• Memanfaatkan inbound link dari website yang relevan dan berkualitas.
• Menulis konten yang mudah dinikmati dan mengundang hasrat berbagi bagi pembacanya.
• Mengupdate konten dan desain website supaya selalu fresh dan up-to-date.
Sekarang tahu kan mengapa pembuatan websitemu tidak akan pernah selesai? Website sama seperti smartphone, jika saat ini ada smartphone dengan kamera 20MP, tahun depan angka itu bisa meningkat. Teknologi tidak jalan ditempat, begitu pula dengan konsumenmu. Mengikuti perubahan jaman bisa membantu websitemu tetap eksis dan usahamu berkembang menjadi lebih baik. Bagi yang belum punya website, ayo bikin websitemu sendiri dengan cara yang mudah, cepat, dan hemat bersama Pekku. Proses desainnya kreatif, konten yang kritis, dan tanpa coding. Miliki websitemu SEKARANG di www.pekku.com!

3 Website Tutorial Desain Grafis dalam Bahasa Indonesia

Mencari referensi merupakan hal wajib bagi seorang desainer grafis untuk membantu mencari ide dan konsep baru. Ada beberapa referensi website tutorial desain grafis berbahasa indonesia yang bisa di jadikan referensi untuk kamu bisa meningkatkan kemampuan didalam mempelajari baik dari software ataupun konsep dari desain grafis, sehingga didalam menggeluti dunia desain grafis dapat memberikan panduan jalan menuju desainer profesional, karena seorang desainer tidak menjadi hebat dalam satu hari tetapi melewati hari-hari yang panjang. Namun, website tutorial dalam Bahasa Indonesia masih sangat jarang. Berikut 3 website tutorial desain grafis dalam bahasa Indonesia yang bisa kamu jadikan bahan referensi dan pembelajaran:

Lihat Lebih Lanjut

7 Cara Membuat Desain Website yang Efektif

Memang benar bahwa tidak ada metode yang mudah untuk mengembangkan kerangka kerja yang sempurna dan sesuai untuk setiap website. Berdasarkan tujuan dari situs, desain dan pengembangan harus dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan sempurna dalam hal tata letak, tema, warna, SEO, konten, dan navigasi. Sebuah website yang efektif secara visual harus mampu membuat pengunjung terkesan dan memenuhi kebutuhan mereka dengan cara yang user-friendly. Ada unsur-unsur tertentu, yang harus dipertimbangkan oleh desainer atau programmer ketika mengembangkan sebuah website untuk membuatnya sangat efektif. Berikut ini adalah tips yang dapat kamu coba untuk membuat desain website yang efektif.

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2017. PEKKU Instant Website.