Ingin Menjadi Pebisnis Sukses? Don’t Follow Your Passion!

[Cover Blog] 50(1)

“Follow your Passion” Apakah kata-kata tersebut benar-benar bisa membawamu ke areal kesuksesan? Di tahun 2005 Steve Jobs berpidato di acara wisuda Stanford University yang mengemukakan bahwa seseorang yang ingin sukses jalan satu-satunya adalah bekerja sesuai dengan apa yang disukai. “…the only way to do great work is to love what you do. If you haven’t found it yet, keep looking.”

Kata-kata Steve jobs tersebutlah yang kemudian di ringkas menjadi kata-kata penyemangat. Namun, apakah kata penyemangat ini bekerja dengan baik di era sekarang ini? Berbeda dari Steve, Cal Newport mengemukakan ketidaksetujuannya terhadap pernyataan tersebut. Dijelaskannya dengan gamblang dalam bukunya “So Good They Can’t Ignore You” bahwa terkadang passion bisa menjadi semacam perangkap. Tidak hanya itu Cal juga memberikan beberapa nasihat bagaimana cara untuk tidak mengikuti passion namun bisa mendapat kepuasan. Nah, dibawah ini merupakan beberapa tips yang Cal bagikan untuk membantumu berada pada jalur kesuksesan tanpa mengikut passion. Lebih lengkapnya langsung simak dibawah ini:

  1. Passion akan datang dengan sendirinya.
    Pengalaman tetap menjadi salah satu faktor terpenting dalam mencapai kepuasaan karir. Dalam sebuah riset membuktikan bahwa melakukan pekerjaan berulang merupakan sesuatu yang membosankan. Lain jika hal ini dianggap sebagai cara pencapaian karir. Meskipun pekerjaan tersebut cukup menyita waktu namun ini menjadi sebuah tantangan tersendiri. Bagi mereka pekerjaan ini merupakan bagian dari identitas dan bagian dari kehidupan kesehariannya.
    “Don’t do what you love but learn to love what you do”
  1. Mengadopsi The Craftsman’s Mindest
    Pengrajin tidak pernah peduli dimanapun dia bekerja, dia akan fokus pada pekerjaannya dan memberikan yang terbaik. Prinsip inilah yang layak untuk diambil. Tidak peduli dimanapun dan apapun pekerjaannya, jika ingin mencapai kesuksesan maka berikanlah yang terbaik. Kesuksesan bukan berarti seberapa banyak uang yang didapatkan dan seberapa banyak yang bisa dijual, ini lebih merujuk kepada kualitas. Ketika kualitas menjadi prioritas maka tidak akan ada fikiran tepat atau tidak tepatkah pekerjaan yang sekarang digeluti. Tidak akan ada keraguan untuk melakukan segalanya demi mendapatkan yang terbaik.
  2. Terus latihan dan tinggalkan zona nyaman
    Eistein membutuhkan waktu yang tidak singkat dan percobaan yang tidak sedikit untuk bisa berhasil. Bagaimana caranya dia bisa melakukannya? Latihan dan terus berlatih. Setiap pebisnis yang ingin sukses harus berani meningkatkan kapasitas latihannya. Dengan peningkatan kapasitas latihan dengan mencoba beragam hal yang sulit akan membuatmu keluar dari zona yang nyaman.
    “Although deliberate practice is often strenuous and uncomfortable, it’s the only path to true mastery.”
  1. Dapatkan pengalaman berupa keterampilan dan skill yang berharga
    Siapapun dirimu yang sekarang, kembangkanlah apa yang sudah menjadi bagian dari dirimu. Seseorang yang mempunyai banyak pengalaman cenderung lebih mudah mendapatkan pekerjaan dimana mereka diizinkan untuk berkreasi dan ini disebut sebagai modal sebuah karir.

Mengikuti passion tidak selalu berjalan dengan mulus, justru terkadang bisa menimbulkan rasa frustasi. Hal ini tentunya berbeda dengan mereka yang mengerjakan semuanya dengan fokus kepada keunikan skill yang dimiliki serta kualitas.

Ketika ini nantinya tidak hanya sebuah pencapaian karir yang bisa didapat namun juga kepada passion yang dibangun diatas komitmen, kebanggan serta penguasaan.

 

 

 

Mengenai penulis

Tim Pekku

Kami adalah sekumpulan orang muda kreatif yang suka berbagi tips-tips seputar bisnis & web design.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copyright © 2017. PEKKU Instant Website.