Johnny Andrean: Tokoh Inspiratif untuk Para Wirausahawan

Sudah banyak kisah pengusaha yang sukses memulai usaha mereka dari nol bahkan banyak diantaranya merasakan kegagalan berulang kali. Namun, terlepas dari kegagalan yang harus mereka dapat, para pengusaha sukses ini selalu berusaha untuk bangun dan memulai bisnis mereka kembali.

Kali ini, Pekku ingin menginspirasi kalian dengan cerita sukses dari salah satu pebisnis sukses Indonesia yang kalian sering dengar namanya, Johnny Andrean. Sosok berkaca mata dengan rambut hitam menyapu pundak ini sangat dikenal sebagai pemilik salon. Namun, tidak hanya berbisnis salon, Johnny Andrean juga memiliki bisnis retail makanan.

Sebelum menjadi seorang pebisnis sukses seperti sekarang, suami dari Tina Andrean ini memulai usahanya di Jakarta dengan hanya berbekal ilmu salon dari ibunya. Johnny mengakui perjalanan awal dari bisnisnya menata rambut tidaklah mudah dan semulus di pikirannya.

Di tahun 1998, rintangan terbesar datang menghampiri dirinya. 19 gerai salonnya menjadi korban penjarahan orang-orang yang tak bertanggungjawab pasca lengsernya Presiden Soeharto pada Mei 1998. Hanya dalam semalam, Johnny terpaksa kehilangan 19 outlet salon yang telah dirintisnya. Namun Johnny memiliki karyawan yang begitu setia dan rela harus berpindah-pindah ke outlet salon yang masih tersisa meskipun mereka harus kehilangan komisi. Johnny memperlakukan karyawannya layaknya anggota keluarganya sendiri dengan mendidik mereka dari nol. Ia berpendapat jika karyawannya dididik dari nol maka mereka akan lebih mengenal company culture dengan baik.

Hairstylist terkenal yang telah berusia 51 tahun itu kini memiliki 209 gerai salon yang tersebar di beberapa kota besar dan 40 gerai diantaranya dibangun menjadi pusat pendidikan untuk para karyawannya, JA School and Training Center. Johnny yang memiliki hobi travelling ini sering kali mendapatkan inspirasi dan ide-ide kreatif di saat waktu berliburnya untuk mengembangkan bisnisnya.

Setelah merasa berhasil dengan bisnis salon, Johnny Andrean mulai mengembangkan sayapnya dengan membawa brand Breadtalk dari negeri tetangga, Singapore. Saat ini, brand Breadtalk telah memiliki 35 cabang dan seluruh ijin franchise toko roti dengan konsep cepat saji ini dipegang oleh Johnny Andrean sendiri. Selain itu, Johnny mengembangkan brand Bread Talk dengan konsep ‘open kitchen’ yang dapat membuat calon konsumen merasa percaya karena dapat melihat langsung proses pembuatan produk yang dijual.

Tidak hanya berhenti di bisnis franchise brand Breadtalk, ayah dari 4 anak ini kembali mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan brand J.co Donuts dari nol. Banyak di antara kita yang mengira bahwa J.co ini merupakan donut franchise asal luar negeri, bukan? Sebelum J.co Donuts berdiri di tahun 2005, Johnny Andrean memberanikan diri untuk melakukan survei dan riset ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika Serikat, Jepang dan berbagai negara di Eropa sebagai referensinya untuk membangun brand ini. Johnny memiliki visi untuk mengembangkan brand ini hingga dapat dikenal di berbagai negara. Akhirnya, J.co Donuts meraup kesuksesan dan telah mendirikan lebih dari 40 cabang yang tersebar di Indonesia serta juga merambah ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Selain berjualan donat, Johnny juga telah menyiapkan konsep kafe J.lato yang akan menyediakan produk gelato dengan rasa ketan hitam.

Pekku Goers, kisah Johnny Andrean di atas menunjukkan bahwa untuk menjadi sukses dalam berbisnis, setiap wirausahawan memerlukan ide-ide segar untuk terus berinovasi serta membangun hubungan yang erat dengan karyawannya. Setiap orang sukses pasti memiliki cerita kegagalan di baliknya, namun yang terpenting adalah keberanian untuk membangun kembali bisnis tersebut.

“Mencapai puncak kejayaan bukan berarti tidak pernah jatuh, namun tetap bangkit setiap kali kita jatuh.” – Confucius

Mengenai penulis

Tim Pekku

Kami adalah sekumpulan orang muda kreatif yang suka berbagi tips-tips seputar bisnis & web design.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Copyright © 2014. PEKKU Instant Website.