Tag -internet marketing

1
Mengubah yang Negatif menjadi Positif
2
Kesan dan Pesan dari Customer Untukmu
3
Warna Merkmu adalah Kamu dan Bisnismu – bagian 1
4
Contekan Media Sosial – bagian 2
5
Website yang Bisa Bicara
6
Contekan Media Sosial
7
“Merenovasi” Akun Media Sosial

Mengubah yang Negatif menjadi Positif

70% konsumen mengakui bahwa mereka mengecek review online sebelum mereka melakukan pembelian secara online. Jadi jangan heran kalau kita sering menemukan pelaku UKM memposting testimoni customer di Instagram atau Facebook karena itulah usaha mereka untuk meyakinkan kita bahwa produk mereka berkualitas. Bahkan jika kamu mendapat review NEGATIF pun, kamu masih memiliki keuntungan yakni menjadikan profile bisnismu semakin nyata dan jujur, tidak dibuat-buat.

 

Menghadapi review negatif bukan dengan menghapus atau menyembunyikannya, tapi bisa ditangani secara bijak seperti 4 strategi berikut ini:

Lihat Lebih Lanjut

Kesan dan Pesan dari Customer Untukmu

Kamu yang suka travelling tentu familiar dengan situs agoda dimana tersaji lengkap berbagai info hotel dan wisata dari seluruh penjuru dunia beserta reviewnya. Melalui review itulah traveller bisa mengetahui bagaimana pendapat traveller lain yang sudah lebih dulu berkunjung atau menginap. Review bukan hanya milik situs besar kenamaan seperti agoda, review juga dibutuhkan oleh pelaku UKM untuk berkembang. Masalahnya, meminta customer untuk menulis review tidaklah mudah, ada yang enggan dan ada yang memberi dengan ogah-ogahan. Lalu bagaimana baiknya? Coba lakukan 4 taktik berikut supaya customermu mau memberikan review.

 

Lihat Lebih Lanjut

Warna Merkmu adalah Kamu dan Bisnismu – bagian 1

“Tentu saja, aku memilih warna itu sebagai warna dominan dari merkku karena aku suka warna itu.” Bukan itu yang Pekku maksud, walau nyatanya ada orang yang memilih warna dominan untuk branding sesuai dengan warna favorit pribadi mereka. Yang suka hijau, memilih hijau sebagai warna logo. Pecinta merah, menjadikan merah warna dominan di websitenya. Lalu apakah pemilik brand terkenal Coca Cola suka warna merah hanya karena logo dan warna dominan kalengnya adalah merah? BELUM TENTU. Namun, tahukan kamu bahwa warna dominan bisnismu memiliki arti lain selain “pemilik usaha ini suka warna tertentu sehingga usaha kami berwarna demikian”?

 

Warna memiliki keterkaitan psikologis dalam branding, menjadikan pemilihan warna dominan sangat krusial dan tidak bisa dilakukan berdasarkan favoritism. Warna juga memiliki asosiasi berbeda dalam budaya ataupun industri berbeda, namun Pekku akan rangkumkan asosiasi 4 warna di Indonesia seperti berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

Contekan Media Sosial – bagian 2

Hari ini Pekku akan membagikan “contekan yang positif” supaya kamu makin jago memanfaatkan media sosial. Setelah jumlah artikel per hari/minggu, sekarang contekan tata krama bermedia sosial.

 

Facebook

Jadilah aktif dengan selalu menanggapi komentar atau pertanyaan baik positif ataupun negatif. Bermainlah dengan hashtag dengan kisaran 1-5 buah per artikel. Selalu berpegang pada rasio 80:20 dimana 80% artikelmu berisi info berguna atau menghibur dan 20%nya adalah artikel yang bersifat menjual produk atau mempromosikan diri.

Lihat Lebih Lanjut

Website yang Bisa Bicara

Dalam dunia bisnis saat ini, banyak yang membayar jasa profesional untuk mendesain website yang elegan dan menonjolkan image usaha. Namun ada juga yang lebih suka menggunakan template karena mudah diupdate dan dikreasikan tanpa perlu menjadi ahli desain. Hanya saja, ada sebuah kesalahan fatal dimana orang sibuk mendesain TANPA menyematkan Call to Action (CTA) pada websitenya. Hasilnya? Website cantk tersebut tidak punya kemampuan untuk “berbicara” dengan audience, tidak bisa memanggil audience untuk mengambil tindakan sehingga website tak jauh beda dengan brosur yang dibagikan dari pintu ke pintu. Pertanyaannya, bagaimana mendesain website yang BISA berbicara? Pekku punya jawabannya.

Lihat Lebih Lanjut

Contekan Media Sosial

Akun media sosial apa saja yang kamu punya?

Berapa kali kamu mengupdatenya dalam seminggu?

Sekedar punya dan sekedar mengupdate ternyata bisa jadi senjata makan tuan karena masing-masing media sosial memiliki frekuensi yang berbeda dalam jumlah update per hari atau per minggu. Coba cek apakah frekuensi update sosial mediamu sudah tepat seperti pada contekan tips media sosial berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

“Merenovasi” Akun Media Sosial

Kamu tentu punya akun media sosial seperti Facebook atau Twitter untuk memarketingkan usaha. Namun, kapan terakhir kali kamu “merenovasi” akun media sosialmu supaya lebih up-to-date dengan info dan perkembangan usahamu? Karena meninjau ulang dan kemudian “merenovasi” isi dari media sosialmu bisa menjadi metode branding sederhana yang jitu dengan 9 langkah mudah berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2017. PEKKU Instant Website.