Tag -Online Marketing

1
Dominasi Otak Konsumenmu dengan Branding! – bagian 2
2
Dominasi Otak Konsumenmu dengan Branding! – bagian 1
3
4 Metode Menjaring Kesetiaan Konsumen
4
Pentingnya Tujuan dalam Berbisnis
5
Ide Promosi untuk Tahun 2015
6
Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile
7
Kesalahan Pemilik Website UKM
8
Email Marketing vs Social Media Marketing
9
Kamu BUTUH Review Negatif
10
Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 1

Dominasi Otak Konsumenmu dengan Branding! – bagian 2

Branding ternyata tak hanya bermanfaat bagi produsen tapi juga bermanfaat bagi konsumenmu. Konsumen yang telah terpikat dengan branding yang sukses akan susah untuk berpaling, hal yang sangat diinginkan termasuk oleh pelaku UKM sepertimu kan? Kemarin Pekku telah bagikan 3 manfaat branding bagi konsumen, berikut adalah 3 manfaat lain yang juga perlu kamu ketahui.

Lihat Lebih Lanjut

Dominasi Otak Konsumenmu dengan Branding! – bagian 1

Branding ternyata tak hanya bermanfaat bagi produsen tapi juga bermanfaat bagi konsumenmu. Konsumen yang telah terpikat dengan branding yang sukses akan susah untuk berpaling, hal yang sangat diinginkan termasuk oleh pelaku UKM sepertimu kan? Sebagai produsen yang baik, tentu kita akan menggunakan strategi branding yang akan mendominasi pikiran konsumen sekaligus membantu konsumen dengan memberikan beragam manfaat branding berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

4 Metode Menjaring Kesetiaan Konsumen

Rahasia untuk mendapatkan kesetiaan konsumen adalah dengan strategi follow up yang menimbulkan respon positif pada konsumen. Follow up positif ini sudah diawali dari sejak kamu berkata “terima kasih” pada sang konsumen dan mengetahui pendapatnya tentang produk atau jasamu. Bagaimana caranya?

Lihat Lebih Lanjut

Pentingnya Tujuan dalam Berbisnis

Setiap bisnis, baik besar maupun kecil, baik multilevel ataupun UKM, penting diikuti dengan tujuan yang menjadi dasar mengapa sang pemilik memulai usaha itu. Tujuan disini bukanlah sekedar “mengumpulkan uang untuk hidup”, namun tujuan yang bersifat menyentuh seluruh pihak yang terlibat dalam usahamu. Berikut adalah pentingnya memiliki tujuan dalam berbisnis:

Lihat Lebih Lanjut

Ide Promosi untuk Tahun 2015

Sudahkan kamu berselfie hari ini? Kalaupun belum, tentu kamu pernah berselfie walau tidak sering kan? Kalau ternyata kamu belum pernah selfie, mulailah sekarang! Sebab berselfie adalah ajang promosi. +/- 1 juta foto selfie diabadikan SETIAP HARInya oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Angka yang luar biasa besar ini dapat kamu jadikan ide strategi promosi bisnismu di tahun depan. Untuk referensi dan bahan pertimbangan, berikut adalah fakta seputar selfie yang perlu kamu tahu.

Lihat Lebih Lanjut

Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile

Datangnya Bulan Desember berarti datangnya hari libur panjang di akhir tahun dimana kita bisa berekreasi dan bersenang-senang. Namun, bagi kamu yang punya usaha sendiri, masa liburan, terutama libur akhir tahun, bisa jadi adalah masa-masa tersibuk dalam setahun. Baik kamu yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, ada 1 hal yang perlu kalian ingat menjelang libur panjang, MOBILITAS. Websitemu adalah sarana promosi dan komunikasi dengan para pelanggan, selagi mereka berlibur akses via perangkat mobile akan mengungguli akses via desktop. Karena itu, Pekku akan bagikan rahasia supaya bisnismu tidak sepi kala liburan akhir tahun.

Lihat Lebih Lanjut

Kesalahan Pemilik Website UKM

Punya website adalah langkah awal untuk memperkenalkan bisnis UKM yang kamu rintis. Dengan hadirnya Pekku, punya website sendiri menjadi lebih mudah karena sekarang membuat website dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 MENIT, tanpa coding, dan harganya bersahabat. Saat ini, 30% pelaku bisnis UKM di Indonesia memilih mandiri dengan membuat website mereka sendiri tanpa campur tangan pihak professional sama sekali. 70% lainnya juga membuat website sendiri tapi masih berkonsultasi dengan pihak profesional seperti Pekku. Membuat website secara mandiri tanpa sentuhan kaum profesional memang tidak dilarang ataupun keliru, hanya saja tidak semua pelaku UKM tahu betul bagaimana cara pembuatan yang tepat. “Pembuatan” disini bukanlah ketidaktahuan pelaku usaha akan program yang dipakai untuk membuat website, tapi ketidaktahuan akan adanya komponen penting dari sebuah website yang sifatnya WAJIB ada. Ketidaktahuan tersebut menyebabkan terjadinya 6 kesalahan FATAL yang menjadikan websitemu tidak berhasil.

 

1. Desain yang tidak menarik.

Fri-1-2

Padu padan warna yang tidak serasi atau template yang tidak sesuai dengan jenis usahamu hanya akan membuat orang malas mengunjungi websitemu. Sebab website yang tidak menarik secara visual berpotensi meningkatkan bounce rate.

2. Sering absen mengupdate.

Kuliah saja diusahakan jangan sering absen, apalagi punya website. Hanya sekedar punya tanpa mengupdate membuat orang kesal karena mendapati info yang sudah kadaluarsa. Rencanakan mengupdate website secara berkala setidaknya 1 minggu sekali.

 

3. Tidak ada Call to Action.

Website e-commerce sangat membutuhkan CTA alias Call to Action karena terdapat proses transaksi dan pembayaran yang harus dilakukan customer. Website jenis ini juga cepat diupdate karena produk baru selalu datang. Jika tidak ada CTA yang eye-catching dan mudah diakses, customermu tentu akan kebingungan kan?

4. Tidak ada link media sosial.

Fri-1-1

Usahawan jaman sekarang tidak hanya punya website, tapi juga punya akun media sosial. Tidak menghubungkan website dengan media sosial akan membuat seolah-olah keduanya adalah 2 usaha yang tidak saling terkait. Sediakan tombol media sosial supaya audiencemu tahu kalau kamu juga aktif berkicau atau berbagi selain melalui website.

 

5. Website tidak responsif.

Jumlah pengguna smartphone dan tablet makin tahun makin bertambah sehingga mengakses website menjadi semakin mudah. Namun, ukuran layar yang tidak sebesar PC akan menjadi blunder bagi websitemu jika tidak responsif alias tidak memiliki tampilan yang ramping dan tetap rapi jika diakses melalui smartphone dan tablet.

6. SEO yang buruk dan tanpa metric.

Websitemu harus memiliki kata kunci, meta description, dan judul halaman yang tepat supaya muncul di hasil pencarian. Lalu gunakan metrics untuk mengetahui perkembangan serta kecenderungan dan kebutuhan audiencemu.

 

Setelah dapat tips dari Pekku, silahkan mengecek website masing-masing, apakah masih terdapat kesalahan pembuatan seperti disebut di atas tadi. Setelah mengecek ulang, segera perbaiki websitemu supaya bisa kembali eksis dengan harapan perbaikan tersebut mendatangkan conversion rate.

Selamat mencoba dan salam sukses selalu!

Email Marketing vs Social Media Marketing

Tidak sedikit usahawan dibuat bingung memilih strategi marketing antara email marketing dan social media marketing. Keduanya tampak memiliki fungsi yang sama dan bukan sesuatu yang aneh jika kamupun merasa “toh keduanya sama-sama untuk promosi dan menjual produk”. Benar, inti kedua metode marketing itu memang sebagai alat bantu yang mengenalkan publik pada brandmu. Namun, sesungguhnya keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pekku akan bantu jabarkan PERSAMAAN dan PERBEDAAN email marketing dan social media marketing di bawah ini.

 

PERSAMAAN:

  1. Mudah penggunaan dan pengelolaannya. Banyak alat bantu yang semakin memudahkanmu mengelola dan menjadwalkan email marketing dan social media amrketing. Banyaknya juga tips-tips pengelolaan bertebaran di dunia maya seperti yang sering Pekku bagikan di blog.
  2. Mudah berintegrasi dengan customer hanya dengan menulis konten dan menekan tombol “kirim/send” atau “post”.
  3. Murah meriah. Kamu cukup punya akun, yang biasanya gratis, dan kamu sudah bisa mulai membangun interaksi dengan customermu.
  4. Setiap campagne yang kamu rencanakan dapat dianalisa dengan mudah. ROI pun dapat diukur secara berkala.

 

 PERBEDAAN:

Email marketing lebih cocok untuk meningkatkan potensi returning customer (customer yang menggunakan produk atau jasamu untuk kedua kalinya). Sifat pribadi metode marketing ini juga memungkinkanmu untuk berinteraksi secara lebih personal dengan customer.

Sedangkan social media marketing bertujuan membangun brand awareness, cocok untuk kamu yang baru memulai usaha dan ingin mengenalkan bisnismu ke ranah publik. Sifat media sosial yang interaktif juga mendukung brand awarenessmu karena memungkinkan komunikasi langsung dalam berbagai bentuk interaksi online dengan customer.
Thu-3-1

Manakah yang lebih cocok dengan usahamu saat ini?

Salam sukses!

Kamu BUTUH Review Negatif

Review positif tentu kita suka, review negatif ingin kita hindari. Namun nyatanya review negatif akan selalu datang dari customer yang tidak puas karena tidak ada bisnis yang 100% sempurna baik dari sisi kualitas produk ataupun layanan. Justru sesungguhnya kamu BUTUH review NEGATIF. Bagaimana bisa? Bisa, karena review negatif:

 

1.     Membuktikan legitimasi bisnismu.

Bisnis yang websitenya dipenuhi review positif dan bintang 5 justru makin menimbulkan kecurigaan. “Apa review-review ini benar? Atau hanya tulisan orang bayaran? Atau malah pacanya si empunya bisnis yang menulis review?” Kecurigaan itu tidak akan berdampak baik untuk bisnismu karena semua bisnis pasti punya cela. Cela yang sesekali muncul inilah yang menjadikan bisnismu “masuk akal” dan bisa diterima.

2.     Menemukan kelemahanmu.

Kalau ditanya “apa kelemahan bisnismu?”, mungkin kita sulit menjawabnya entah karena merasa tidak punya cela atau belum menemukan cela tersebut. Review negatif membantu memberi jawaban atas pertanyaan itu karenapendapat orang lain biasanya lebih netral dan subjektif. Jadikan review negatif ini sarana untuk memperbaiki diri.

 

3.     Menunjukkan profesionalitas customer servicemu.

Review negatif yang terpampang di website atau media sosial adalah kesempatan emas bagimu untuk menunjukkan bahwa bisnismu punya fasilitas customer service yang oke. Tanggapi review negatif dengan bijak tanpa menjatuhkan atau menggurui customer dan buat customer lain kagum dengan kedewasaanmu  dalam menanggapinya.

4.     Memberikan kesempatan untuk mempertahankan bisnismu.

Review negatif tidak selalu tepat sasaran, bisa jadi customer lalai dan akhirnya melimpakan kesalahan padamu dalam bentuk review negatif. Jika kamu menemui customer yang demikian, bersabar dan konfirmasikan dengan pihak internal terlebih dahulu sebelum menanggapi. Jadikan kesempatan ini untuk berkomunikasi dengan customer dan mengembalikan kepercayaannya.

 

Tuh kan ternyata review negatif tidak selalu menjadi momok yang harus ditiadakan dari bisnis. Dengan strategi yang tepat, kamu juga bisa mendapat manfaat dari review negatif. Sikap positif memang diperlukan dalam berbisnis, apalagi jika kamu baru memulainya. Mulai sekarang jangan lagi takut atau merasa anti dengan review negatif karena Pekku sudah bagikan tipsnya barusan. Untuk tips seputar review lainnya, bisa kamu lihat disini.

Salam sukses!

Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 1

Review, atau sering disebut testimoni, dari customer adalah pedang bermata dua yang dapat membangun atau menjatuhkan bisnismu. Banyak review positif meningkatkan kredibilitas, banyak review negatif bisa membuatmu gulung tikar. Semua usahawan tentu mengharapkan banyak review positif daripada yang negatif walau faktanya review negatif tak bisa dihindari. Berikut akan Pekku bagikan tips menekan jumlah review negatif dan memperbanyak review positif.

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2014. PEKKU Instant Website.