Tag -Social Media Marketing

1
4 Metode Menjaring Kesetiaan Konsumen
2
Pentingnya Tujuan dalam Berbisnis
3
4 Rahasia Facebooker pada Liburan Akhir Tahun
4
Ide Promosi untuk Tahun 2015
5
Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile
6
Kesalahan Pemilik Website UKM
7
Email Marketing vs Social Media Marketing
8
Contekan Media Sosial – bagian 2
9
Contekan Media Sosial
10
5 Tips Video Marketing untuk Melengkapi Strategi Online Marketing Kamu

4 Metode Menjaring Kesetiaan Konsumen

Rahasia untuk mendapatkan kesetiaan konsumen adalah dengan strategi follow up yang menimbulkan respon positif pada konsumen. Follow up positif ini sudah diawali dari sejak kamu berkata “terima kasih” pada sang konsumen dan mengetahui pendapatnya tentang produk atau jasamu. Bagaimana caranya?

Lihat Lebih Lanjut

Pentingnya Tujuan dalam Berbisnis

Setiap bisnis, baik besar maupun kecil, baik multilevel ataupun UKM, penting diikuti dengan tujuan yang menjadi dasar mengapa sang pemilik memulai usaha itu. Tujuan disini bukanlah sekedar “mengumpulkan uang untuk hidup”, namun tujuan yang bersifat menyentuh seluruh pihak yang terlibat dalam usahamu. Berikut adalah pentingnya memiliki tujuan dalam berbisnis:

Lihat Lebih Lanjut

4 Rahasia Facebooker pada Liburan Akhir Tahun

Persiapan bisnis menyambut libur akhir tahun bukan hanya milik perusahaan besar. Pelaku bisnis UKM juga wajib mempersenjatai diri dengan strategi marketing akhir tahun yang tepat, salah satunya melalui Facebook. Pekku akan bagikan rahasia agar Facebook-mu mendatangkan rejeki akhir tahun bagimu.

Lihat Lebih Lanjut

Ide Promosi untuk Tahun 2015

Sudahkan kamu berselfie hari ini? Kalaupun belum, tentu kamu pernah berselfie walau tidak sering kan? Kalau ternyata kamu belum pernah selfie, mulailah sekarang! Sebab berselfie adalah ajang promosi. +/- 1 juta foto selfie diabadikan SETIAP HARInya oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Angka yang luar biasa besar ini dapat kamu jadikan ide strategi promosi bisnismu di tahun depan. Untuk referensi dan bahan pertimbangan, berikut adalah fakta seputar selfie yang perlu kamu tahu.

Lihat Lebih Lanjut

Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile

Datangnya Bulan Desember berarti datangnya hari libur panjang di akhir tahun dimana kita bisa berekreasi dan bersenang-senang. Namun, bagi kamu yang punya usaha sendiri, masa liburan, terutama libur akhir tahun, bisa jadi adalah masa-masa tersibuk dalam setahun. Baik kamu yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, ada 1 hal yang perlu kalian ingat menjelang libur panjang, MOBILITAS. Websitemu adalah sarana promosi dan komunikasi dengan para pelanggan, selagi mereka berlibur akses via perangkat mobile akan mengungguli akses via desktop. Karena itu, Pekku akan bagikan rahasia supaya bisnismu tidak sepi kala liburan akhir tahun.

Lihat Lebih Lanjut

Kesalahan Pemilik Website UKM

Punya website adalah langkah awal untuk memperkenalkan bisnis UKM yang kamu rintis. Dengan hadirnya Pekku, punya website sendiri menjadi lebih mudah karena sekarang membuat website dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 MENIT, tanpa coding, dan harganya bersahabat. Saat ini, 30% pelaku bisnis UKM di Indonesia memilih mandiri dengan membuat website mereka sendiri tanpa campur tangan pihak professional sama sekali. 70% lainnya juga membuat website sendiri tapi masih berkonsultasi dengan pihak profesional seperti Pekku. Membuat website secara mandiri tanpa sentuhan kaum profesional memang tidak dilarang ataupun keliru, hanya saja tidak semua pelaku UKM tahu betul bagaimana cara pembuatan yang tepat. “Pembuatan” disini bukanlah ketidaktahuan pelaku usaha akan program yang dipakai untuk membuat website, tapi ketidaktahuan akan adanya komponen penting dari sebuah website yang sifatnya WAJIB ada. Ketidaktahuan tersebut menyebabkan terjadinya 6 kesalahan FATAL yang menjadikan websitemu tidak berhasil.

 

1. Desain yang tidak menarik.

Fri-1-2

Padu padan warna yang tidak serasi atau template yang tidak sesuai dengan jenis usahamu hanya akan membuat orang malas mengunjungi websitemu. Sebab website yang tidak menarik secara visual berpotensi meningkatkan bounce rate.

2. Sering absen mengupdate.

Kuliah saja diusahakan jangan sering absen, apalagi punya website. Hanya sekedar punya tanpa mengupdate membuat orang kesal karena mendapati info yang sudah kadaluarsa. Rencanakan mengupdate website secara berkala setidaknya 1 minggu sekali.

 

3. Tidak ada Call to Action.

Website e-commerce sangat membutuhkan CTA alias Call to Action karena terdapat proses transaksi dan pembayaran yang harus dilakukan customer. Website jenis ini juga cepat diupdate karena produk baru selalu datang. Jika tidak ada CTA yang eye-catching dan mudah diakses, customermu tentu akan kebingungan kan?

4. Tidak ada link media sosial.

Fri-1-1

Usahawan jaman sekarang tidak hanya punya website, tapi juga punya akun media sosial. Tidak menghubungkan website dengan media sosial akan membuat seolah-olah keduanya adalah 2 usaha yang tidak saling terkait. Sediakan tombol media sosial supaya audiencemu tahu kalau kamu juga aktif berkicau atau berbagi selain melalui website.

 

5. Website tidak responsif.

Jumlah pengguna smartphone dan tablet makin tahun makin bertambah sehingga mengakses website menjadi semakin mudah. Namun, ukuran layar yang tidak sebesar PC akan menjadi blunder bagi websitemu jika tidak responsif alias tidak memiliki tampilan yang ramping dan tetap rapi jika diakses melalui smartphone dan tablet.

6. SEO yang buruk dan tanpa metric.

Websitemu harus memiliki kata kunci, meta description, dan judul halaman yang tepat supaya muncul di hasil pencarian. Lalu gunakan metrics untuk mengetahui perkembangan serta kecenderungan dan kebutuhan audiencemu.

 

Setelah dapat tips dari Pekku, silahkan mengecek website masing-masing, apakah masih terdapat kesalahan pembuatan seperti disebut di atas tadi. Setelah mengecek ulang, segera perbaiki websitemu supaya bisa kembali eksis dengan harapan perbaikan tersebut mendatangkan conversion rate.

Selamat mencoba dan salam sukses selalu!

Email Marketing vs Social Media Marketing

Tidak sedikit usahawan dibuat bingung memilih strategi marketing antara email marketing dan social media marketing. Keduanya tampak memiliki fungsi yang sama dan bukan sesuatu yang aneh jika kamupun merasa “toh keduanya sama-sama untuk promosi dan menjual produk”. Benar, inti kedua metode marketing itu memang sebagai alat bantu yang mengenalkan publik pada brandmu. Namun, sesungguhnya keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pekku akan bantu jabarkan PERSAMAAN dan PERBEDAAN email marketing dan social media marketing di bawah ini.

 

PERSAMAAN:

  1. Mudah penggunaan dan pengelolaannya. Banyak alat bantu yang semakin memudahkanmu mengelola dan menjadwalkan email marketing dan social media amrketing. Banyaknya juga tips-tips pengelolaan bertebaran di dunia maya seperti yang sering Pekku bagikan di blog.
  2. Mudah berintegrasi dengan customer hanya dengan menulis konten dan menekan tombol “kirim/send” atau “post”.
  3. Murah meriah. Kamu cukup punya akun, yang biasanya gratis, dan kamu sudah bisa mulai membangun interaksi dengan customermu.
  4. Setiap campagne yang kamu rencanakan dapat dianalisa dengan mudah. ROI pun dapat diukur secara berkala.

 

 PERBEDAAN:

Email marketing lebih cocok untuk meningkatkan potensi returning customer (customer yang menggunakan produk atau jasamu untuk kedua kalinya). Sifat pribadi metode marketing ini juga memungkinkanmu untuk berinteraksi secara lebih personal dengan customer.

Sedangkan social media marketing bertujuan membangun brand awareness, cocok untuk kamu yang baru memulai usaha dan ingin mengenalkan bisnismu ke ranah publik. Sifat media sosial yang interaktif juga mendukung brand awarenessmu karena memungkinkan komunikasi langsung dalam berbagai bentuk interaksi online dengan customer.
Thu-3-1

Manakah yang lebih cocok dengan usahamu saat ini?

Salam sukses!

Contekan Media Sosial – bagian 2

Hari ini Pekku akan membagikan “contekan yang positif” supaya kamu makin jago memanfaatkan media sosial. Setelah jumlah artikel per hari/minggu, sekarang contekan tata krama bermedia sosial.

 

Facebook

Jadilah aktif dengan selalu menanggapi komentar atau pertanyaan baik positif ataupun negatif. Bermainlah dengan hashtag dengan kisaran 1-5 buah per artikel. Selalu berpegang pada rasio 80:20 dimana 80% artikelmu berisi info berguna atau menghibur dan 20%nya adalah artikel yang bersifat menjual produk atau mempromosikan diri.

Lihat Lebih Lanjut

Contekan Media Sosial

Akun media sosial apa saja yang kamu punya?

Berapa kali kamu mengupdatenya dalam seminggu?

Sekedar punya dan sekedar mengupdate ternyata bisa jadi senjata makan tuan karena masing-masing media sosial memiliki frekuensi yang berbeda dalam jumlah update per hari atau per minggu. Coba cek apakah frekuensi update sosial mediamu sudah tepat seperti pada contekan tips media sosial berikut ini.

Lihat Lebih Lanjut

5 Tips Video Marketing untuk Melengkapi Strategi Online Marketing Kamu

Video marketing adalah salah satu bentuk online marketing yang sering diabaikan. Beberapa pelaku bisnis secara tegas memang mengabaikan dan beberapa yang lain merasa hal ini rumit dan merepotkan. Namun, membuat video marketing tidaklah serumit yang dibayangkan. Dengan budget minim saja, bisnis apapun bisa membuat video untuk mempromosikan produk atau jasanya. Berikut adalah beberapa tips yang bisa membantu kamu membuat video marketing yang baik dan efektif.

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2017. PEKKU Instant Website.