Tag -Tips Marketing

1
Ide Promosi untuk Tahun 2015
2
Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile
3
Liburan dan Berbisnis Bersamaan di Akhir Tahun – bagian 2
4
Liburan dan Berbisnis Bersamaan di Akhir Tahun – bagian 1
5
Kesalahan Pemilik Website UKM
6
Email Marketing vs Social Media Marketing
7
Psikologi Warna
8
Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 2
9
Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 1
10
Mengubah yang Negatif menjadi Positif

Ide Promosi untuk Tahun 2015

Sudahkan kamu berselfie hari ini? Kalaupun belum, tentu kamu pernah berselfie walau tidak sering kan? Kalau ternyata kamu belum pernah selfie, mulailah sekarang! Sebab berselfie adalah ajang promosi. +/- 1 juta foto selfie diabadikan SETIAP HARInya oleh pengguna smartphone di seluruh dunia. Angka yang luar biasa besar ini dapat kamu jadikan ide strategi promosi bisnismu di tahun depan. Untuk referensi dan bahan pertimbangan, berikut adalah fakta seputar selfie yang perlu kamu tahu.

Lihat Lebih Lanjut

Jangkau Konsumen yang Berlibur dengan Go Mobile

Datangnya Bulan Desember berarti datangnya hari libur panjang di akhir tahun dimana kita bisa berekreasi dan bersenang-senang. Namun, bagi kamu yang punya usaha sendiri, masa liburan, terutama libur akhir tahun, bisa jadi adalah masa-masa tersibuk dalam setahun. Baik kamu yang bergerak di bidang produk ataupun jasa, ada 1 hal yang perlu kalian ingat menjelang libur panjang, MOBILITAS. Websitemu adalah sarana promosi dan komunikasi dengan para pelanggan, selagi mereka berlibur akses via perangkat mobile akan mengungguli akses via desktop. Karena itu, Pekku akan bagikan rahasia supaya bisnismu tidak sepi kala liburan akhir tahun.

Lihat Lebih Lanjut

Liburan dan Berbisnis Bersamaan di Akhir Tahun – bagian 2

Kemarin Pekku berjanji akan membagikan kelanjutan tips supaya email marketingmu siap menyambut liburan akhir tahun. Hari ini, Pekku akan memenuhi janji itu supaya bisnismu tidak redup walau ditengah gelombang euphoria Natal dan Tahun Baru.

Lihat Lebih Lanjut

Liburan dan Berbisnis Bersamaan di Akhir Tahun – bagian 1

Bulan Desember telah tiba, akan ada keceriaan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 menanti di akhir bulan nanti. Sebagai perorangan, tentu kita ingin turut serta menikmati libur akhir tahun yang biasanya cukup panjang dan pastinya sangat istimewa karena akan melewati pergantian tahun. Namun sebagai usahawan? Masa usaha terabaikan karena libur panjang? Jangan khawatir! Simak dulu fakta terbaru ini:

  • 71% pengusaha akan memaksimalkan mobile email untuk meningkatkan penjualan di akhir tahun.
  • 49% konsumen akan mulai berbelanja sejak AWAL Bulan Desember.
  • 88% pengusaha berkirim email marketing pada hari besar nasional dengan menyisipkan promosi spesial akhir tahun.

Pekku akan bagikan 6 tips supaya kamu bisa berbisnis DAN berlibur akhir tahun!

Lihat Lebih Lanjut

Kesalahan Pemilik Website UKM

Punya website adalah langkah awal untuk memperkenalkan bisnis UKM yang kamu rintis. Dengan hadirnya Pekku, punya website sendiri menjadi lebih mudah karena sekarang membuat website dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 MENIT, tanpa coding, dan harganya bersahabat. Saat ini, 30% pelaku bisnis UKM di Indonesia memilih mandiri dengan membuat website mereka sendiri tanpa campur tangan pihak professional sama sekali. 70% lainnya juga membuat website sendiri tapi masih berkonsultasi dengan pihak profesional seperti Pekku. Membuat website secara mandiri tanpa sentuhan kaum profesional memang tidak dilarang ataupun keliru, hanya saja tidak semua pelaku UKM tahu betul bagaimana cara pembuatan yang tepat. “Pembuatan” disini bukanlah ketidaktahuan pelaku usaha akan program yang dipakai untuk membuat website, tapi ketidaktahuan akan adanya komponen penting dari sebuah website yang sifatnya WAJIB ada. Ketidaktahuan tersebut menyebabkan terjadinya 6 kesalahan FATAL yang menjadikan websitemu tidak berhasil.

 

1. Desain yang tidak menarik.

Fri-1-2

Padu padan warna yang tidak serasi atau template yang tidak sesuai dengan jenis usahamu hanya akan membuat orang malas mengunjungi websitemu. Sebab website yang tidak menarik secara visual berpotensi meningkatkan bounce rate.

2. Sering absen mengupdate.

Kuliah saja diusahakan jangan sering absen, apalagi punya website. Hanya sekedar punya tanpa mengupdate membuat orang kesal karena mendapati info yang sudah kadaluarsa. Rencanakan mengupdate website secara berkala setidaknya 1 minggu sekali.

 

3. Tidak ada Call to Action.

Website e-commerce sangat membutuhkan CTA alias Call to Action karena terdapat proses transaksi dan pembayaran yang harus dilakukan customer. Website jenis ini juga cepat diupdate karena produk baru selalu datang. Jika tidak ada CTA yang eye-catching dan mudah diakses, customermu tentu akan kebingungan kan?

4. Tidak ada link media sosial.

Fri-1-1

Usahawan jaman sekarang tidak hanya punya website, tapi juga punya akun media sosial. Tidak menghubungkan website dengan media sosial akan membuat seolah-olah keduanya adalah 2 usaha yang tidak saling terkait. Sediakan tombol media sosial supaya audiencemu tahu kalau kamu juga aktif berkicau atau berbagi selain melalui website.

 

5. Website tidak responsif.

Jumlah pengguna smartphone dan tablet makin tahun makin bertambah sehingga mengakses website menjadi semakin mudah. Namun, ukuran layar yang tidak sebesar PC akan menjadi blunder bagi websitemu jika tidak responsif alias tidak memiliki tampilan yang ramping dan tetap rapi jika diakses melalui smartphone dan tablet.

6. SEO yang buruk dan tanpa metric.

Websitemu harus memiliki kata kunci, meta description, dan judul halaman yang tepat supaya muncul di hasil pencarian. Lalu gunakan metrics untuk mengetahui perkembangan serta kecenderungan dan kebutuhan audiencemu.

 

Setelah dapat tips dari Pekku, silahkan mengecek website masing-masing, apakah masih terdapat kesalahan pembuatan seperti disebut di atas tadi. Setelah mengecek ulang, segera perbaiki websitemu supaya bisa kembali eksis dengan harapan perbaikan tersebut mendatangkan conversion rate.

Selamat mencoba dan salam sukses selalu!

Email Marketing vs Social Media Marketing

Tidak sedikit usahawan dibuat bingung memilih strategi marketing antara email marketing dan social media marketing. Keduanya tampak memiliki fungsi yang sama dan bukan sesuatu yang aneh jika kamupun merasa “toh keduanya sama-sama untuk promosi dan menjual produk”. Benar, inti kedua metode marketing itu memang sebagai alat bantu yang mengenalkan publik pada brandmu. Namun, sesungguhnya keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pekku akan bantu jabarkan PERSAMAAN dan PERBEDAAN email marketing dan social media marketing di bawah ini.

 

PERSAMAAN:

  1. Mudah penggunaan dan pengelolaannya. Banyak alat bantu yang semakin memudahkanmu mengelola dan menjadwalkan email marketing dan social media amrketing. Banyaknya juga tips-tips pengelolaan bertebaran di dunia maya seperti yang sering Pekku bagikan di blog.
  2. Mudah berintegrasi dengan customer hanya dengan menulis konten dan menekan tombol “kirim/send” atau “post”.
  3. Murah meriah. Kamu cukup punya akun, yang biasanya gratis, dan kamu sudah bisa mulai membangun interaksi dengan customermu.
  4. Setiap campagne yang kamu rencanakan dapat dianalisa dengan mudah. ROI pun dapat diukur secara berkala.

 

 PERBEDAAN:

Email marketing lebih cocok untuk meningkatkan potensi returning customer (customer yang menggunakan produk atau jasamu untuk kedua kalinya). Sifat pribadi metode marketing ini juga memungkinkanmu untuk berinteraksi secara lebih personal dengan customer.

Sedangkan social media marketing bertujuan membangun brand awareness, cocok untuk kamu yang baru memulai usaha dan ingin mengenalkan bisnismu ke ranah publik. Sifat media sosial yang interaktif juga mendukung brand awarenessmu karena memungkinkan komunikasi langsung dalam berbagai bentuk interaksi online dengan customer.
Thu-3-1

Manakah yang lebih cocok dengan usahamu saat ini?

Salam sukses!

Psikologi Warna

Warna dalam branding memegang peranan yang penting seperti pernah Pekku bahas disini bahwa warna memiliki karakteristik yang dapat menonjolkan image sebuah brand. Apakah kamu pernah mengalami dimana kamu bisa mengenali suatu produk karena warnanya? Membeli barang karena warnanya? Atau menyukai suatu website atau blog karena warna dominannya? Semua orang pasti menjawab YA.

Ambil logo media sosial berikut ini sebagai contoh.

Blog-Cover-Image

 

 

 

 

Berapa banyak yang bisa kamu kenali hanya dari warnanya saja?

Andaikata warna dominan Twitter berubah menjadi oranye, apakah kamu bisa mengenalinya hanya dengan melihat sekilas?

Disitulah bukti nyata bahwa psikologi warna sedang memainkan perannya dalam branding.

 

Faktanya:

  1. Hijau adalah warna yang paling memancarkan daya tarik dan mengundang minat beli karena warna hijau terkesan kalem dan menenangkan, identik dengan alam. Warna ini juga lebih diminati karena lebih mudah menarik minat user apabila digunakan sebagai warna button pada website, misalnya tombol review atau berlangganan.
  2. Hitam adalah warna yang menjadi ciri khas produk bermerk yang cenderung mahal.
  3. Jenis kelamin customer ternyata juga mempengaruhi pembelian.

Customer wanita berpotensi menyukai warna biru, ungu, dan hijau. Namun menjauhi warna oranye, coklat, dan abu-abu.

Customer pria berpotensi menyukai warna biru, hijau, dan hitam. Namun menjauhi warna coklat, oranye, dan ungu.

 

Warna memiliki kekuatan untuk mencuri perhatian publik, maka manfaatkanlah untuk makin memperkenalkan bisnismu. Bisa dengan memilih warna dominan website atau logo yang sejalan dengan bidang usaha. Melalui pemilihan warna yang tepat kamu sudah menghemat waktu untuk menjelaskan mengenai usahamu pada calon customer, karena customer pria cenderung akan menghindari website yang berwarna serba pink kan?

 

Manfaatkan psikologi warna untuk diterapkan pada websitemu. Bereksperimen dengan warna dan bentuk untuk mencari yang pas juga bisa karena dengan Pekku kamu tidak perlu khawatir salah mendesain. Ada fitur untuk membatalkan aksi dan bantuan grid line sehingga mendesain website menjadi mudah.

Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 2

Pekku pernah berbagi strategi menjadikan bisnismu sekelas hotel bintang 5 melalui review customer. Sekarang kami akan bagikan tips lanjutannya supaya bisnismu makin sukses mendapat predikat bintang 5.

 

1.     Jadikan dirimu mudah direview.

Mau mendapat review positif tapi tombol reviewmu susah dicari, itu masalah! Atur tampilan websitemu supaya customer mudah mereview, misalnya dengan menambahkan CTA (Call to Action). Sertakan nomor telepon atau alamat emailmu secara jelas di website supaya customer tahu kemana mereka harus mengirimkan reviewnya.

 

2.     Siap sedia menerima review.

Pastikan dirimu selalu aktif secara online, baik pada website, blog, ataupun media sosial. Review customer baik yang positif maupun negatif akan lebih baik jika ditanggapi tidak lebih dari 1 hari sejak review tersebut diposting. Jika memang kamu belum bisa aktif sepanjang hari untuk menanggapi review, mencari review secara offline bisa menjadi alternatif.

 

3.     Miliki kerendahan hati untuk meminta maaf.

Jika kamu berterima kasih atas review positif dari customer, rendah hatilah dan sampaikan permintaan maaf atas review negatif customer.  Review negatif tidak bermaksud menjatuhkan usahamu namun dapat kamu alih fungsikan sebagai sarana perbaikan diri. Cara mengubah review negatif menjadi positif pernah Pekku bagikan disini.

 

Manfaatkan tips dari Pekku supaya kamu jago menanggapi review. Kalau ingin jago “bermain” media sosial, Pekku juga punya contekannya disini. Jadikan dirimu usahawan muda profesional dengan mencuri ilmu dari Pekku karena kami selalu berbagi info dan tips berguna tiap minggunya. Ikuti juga jejak Pekku di Facebook dan Twitter. Dapatkan tipsnya dan jadilah sukses berbisnis apapun bidang usahamu.

Salam sukses!

Jadikan Bisnismu Sekelas Hotel Bintang 5 – bagian 1

Review, atau sering disebut testimoni, dari customer adalah pedang bermata dua yang dapat membangun atau menjatuhkan bisnismu. Banyak review positif meningkatkan kredibilitas, banyak review negatif bisa membuatmu gulung tikar. Semua usahawan tentu mengharapkan banyak review positif daripada yang negatif walau faktanya review negatif tak bisa dihindari. Berikut akan Pekku bagikan tips menekan jumlah review negatif dan memperbanyak review positif.

Lihat Lebih Lanjut

Mengubah yang Negatif menjadi Positif

70% konsumen mengakui bahwa mereka mengecek review online sebelum mereka melakukan pembelian secara online. Jadi jangan heran kalau kita sering menemukan pelaku UKM memposting testimoni customer di Instagram atau Facebook karena itulah usaha mereka untuk meyakinkan kita bahwa produk mereka berkualitas. Bahkan jika kamu mendapat review NEGATIF pun, kamu masih memiliki keuntungan yakni menjadikan profile bisnismu semakin nyata dan jujur, tidak dibuat-buat.

 

Menghadapi review negatif bukan dengan menghapus atau menyembunyikannya, tapi bisa ditangani secara bijak seperti 4 strategi berikut ini:

Lihat Lebih Lanjut

Copyright © 2017. PEKKU Instant Website.